Rabu, 13 Maret 2013

Hujan dan Teduh (Wulan Dewatra)



   
A. Identitas Buku

    Judul Buku/Novel          : Hujan dan Teduh 
    Penterjemah                  : - 
    Penerbit                        : Gagas Media 
    Tahun Terbit                 : 2011 
    Cetakan                        : Ke-9 
    Tebal Buku                   : vi-250 halaman 
    Harga Buku                  : Rp.43.000,00 
    Pengarang                    : Wulan Dewatra 

B. Kepengarangan 

Wulan Dewatra adalah nama pena dari Wulandari Putri. Lahir tanggal 21 Juli 1990 di Ciamis dan besar di Bandung. Kegiatannnya saat ini selain kuliah di jurusan sastra Inggris UPI, juga bekerja sebagai guru privat Bahasa Inggris dan Matematika. Memiliki kelompok persahabatan yang disebut dengan Armada Semut dan sering berjualan segala jenis barang dengan jargon ‘Anda Cari, Kami Ada’.Hujan dan Teduh merupakan novel pertama Wulan yang berani ia kirim ke penerbit. 

C. Sinopsis 

Buku-buku kubaca tuk pelajari dirimu 
Jelajahi hatimu 
Begitu sulit tuk kupahami 
Cukup luas tuk menyesatkanku 
Dihatimu. 
Hatimu adalah padang pasir tak berujung 
Dengan banyak oasis, walau ering diamuk badai 
Hatimu aalah savana tak bertepi 
Dengan banyak kompetisi, tempat banyak dunia 
Berlari 
Hatimu, padang pasir kucari oasis 
Hatimu, tempat aku berlari 
Duniaku berlari 
Bebas. 

Bintang dan Kaila. Persahabatan yang berujung dengan problematika menyesatkan. Kaila, gadis SMU cuek dengan hobi fotografi dan gambar. Bintang, seorang anak dari keluarga kaya dengan dunia kepenulisannya. Mereka menemukan suatu feronom yang terasa cocok satu sama lain. Bintang terpagut dalam dunia Kaila yang janggal. Perasaan tak wajar dan rasa penasaran berbuah cinta terlarang. Mereka berdua layaknya sepasang kekasih, duduk sebangku dan bermain dalam kebersamaan yang berlebihan. Demi menutupi keadaan itu, Bintang dan Kaila sepakat untuk mencari pasangan pria demi mengelabui teman-teman sekelasnya. Hingga waktu semakin berlalu dan identitas mereka kemudian terbongkar secara perlahan. Berbagai masalah bermunculan, dan berakhir dengan hilangnya kehidupan dari tangan mereka karena tindakan-tindakan yang tidak benar. 

Wulan Dewatra, penulis yang bisa dibilang sebagai pendatang baru, mampu menuturkan problematika hidup dari sepasang kekasih lesbian dengan alur teratur dan bahasa yang sederhana namun tetap indah. Pemilihan kata yang mudah dimengerti, dan desain cerita yang didasarkan atas realita membuat novel ini layak menyandang sebagai juara novel roman tahun 2011. Terdapat penggambaran dan kritikan nyata yang terpampang dalam novel ini. Bagaimana kehidupan remaja saat ini, dan betapa hancurnya mereka yang mencoba hidup di dalam topeng karena cinta yang berlawanan dengan kodrat alam. 

Cinta, tema menarik yang seringkali diangkat dalam berbagi buku dan novel tentunya tidak akan pernah bosan dituturkan dengan berbagai aspek dan latar belakang dari esensi cinta itu sendiri. Di sini, penulis mencoba menyajikan cinta sebagai sesuatu yang mengerikan, namun menjadi sah-sah saja jika cinta telah menjadi buta karena nafsu, meski bertentangan dan meniadakan kewajaran. Cinta yang melawan kodrat, layakkah disebut cinta? 

Kelemahan : 
Cerita yang terlalu mudah untuk ditebak. 


Selasa, 12 Maret 2013 

Chi 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar